STRATEGI SINGAPORE DALAM MEMPERLUAS DARATANNYA

Hari ini May 30, 2011 saya melakukan perjalanan dari wilayah perairan international memasuki Singapore. Di atas kapal drill ship buatan buatan Norwegia ini, saya terus mengamati pemandangan keluar kapal sepanjang perjalanan. Mata saya tertuju pada berjenis-jenis kapal, baik itu dilihat dari fungsi, bentuk maupun jenis ukurannya. Tampak sekali banyak aktivitas kapal yang hilir mudik, sehingga saya menyimpulkan bahwa daerah ini memang benar strategis sehingga ramai disinggahi kapal-kapal seperti apa yang dibicarakan orang-orang selama ini.

Tiba di wilayah perairan Singapore, saya melihat satu kegiatan yang membuat saya penasaran. Suatu pekerjaan yang terlihat membatasi pergerakan air laut yang berdekatan dengan daratan Singapore. Kebetulan disamping saya ada seorang lelaki yang berasal dari Inggris dan sudah berkewarganegaraan Scotlandia. Ketika saya bertanya tentang hal itu, dia menjawab “ Mungkin, mereka sedang melakukan pembendungan air laut, lalu wilayah yang di tutup akan ditimbun sedikit demi sedikit dengan pasir maupun bebatuan. Dan airnya akan di hisap oleh pompa mesin”.  Sehingga rencana mereka akan membuat daratan bisa tercapai.

Disana nampak terlihat beberapa alat besar, mesin-mesin dan juga kendaraan pengeruk serta pengangkut. Cukup masuk di akal, ketika saya membandingkan penjelasan dia dengan fakta yang saya lihat. Terlintas dalam pikiran saya, Singapore sungguh negara hebat, yang memiliki ide-ide dan pemikiran fantastis.

Dikatakan, beberapa wilayah yang sekarang ramai di Singapore dulunya adalah air laut yang kemudian di timbun. Salah satu wilayahnya adalah Raffles

Menurut sumber dari Artikel Cakrawala TNI AL, dikutip dalam: http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/69/TINDAK-TEGAS-TERHADAP-EKPOR-PASIR-ILLEGAL.aspx

Luas wilayah daratan negara kecil Singapura itu semakin bertambah. Semula hanya sekitar 581 km2, pada tahun 1991 telah berubah menjadi sekitar 646 km2. Sejumlah pihak malah mendata bahwa luas daratan Singapura pada 2001 sudah membengkak sekitar 760 km2.

Menurut sumber dari Wikipedia berjudul Daftar negara menurut luas wilayah, dikutip dalam: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah (Wilayah termasuk danau-danau, sungai dan perhimpunan air)

Luas negara Singapore adalah 697 KM persegi

Pemerintah Negara Singapura hingga tahun 2010 membutuhkan pasir urug sebanyak 7,120.000,000 M3. Pasir sebanyak itu untuk mereklamasi di dua kawasan yakni pantai barat dan pantai Timur.

Penjelasan panjang akan terjadi, jika saya ingin mengupas lebih dalam cerita ini. Dari mana Singapore mendapatkan pasir dan bebatuan selama ini?, apakah mereka membeli pasir dan bebatuan kepada negara lain?, apakah Indonesia salah satu negara pemasok pasir dan bebatuan untuk Singapore?.

Jika pasir dan bebatuan di keruk dan dipindahkan dari satu tempat ketempat lain, bukankah asal mula pasir dan bebatuan itu akan berdampak habis dan rata serta menyebabkan ekosistemnya rusak?, jika ini terjadi, akankah suatu tempat atau daratan yang pasir dan bebatuannya di ambil akan hilang dan tenggelam?.

Data-data yang saya temukan, mengatakan bahwa Singapore bertambah luas oleh karena mencuri pasir dari Indonesia.

Sumber:

http://adf.ly/456067/http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/singapura-bertambah-luas-dengan-curi-pasir-indonesia.htm

http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/69/TINDAK-TEGAS-TERHADAP-EKPOR-PASIR-ILLEGAL.aspx

http://aksara-semesta.blogspot.com/2009/01/indonesia-negara-bagian-singapura-1.html

Namun beberapa sumber mengatakan bahwa, pasir yang didatangkan ke Singapore adalah pasir yang di impor dari Indonesia dengan cara di beli. Di katakana Hina Magazine bahwa “Kegiatan ekspor-impor ini bermula pada tahun 1976 seiring dengan kebijakan pemerintah Singapura untuk memperluas wilayahnya. Bahan baku utama yaitu pasir laut di datangkan dari kepulauan Riau. Sampai tahun 2007 ini Indonesia telah berhasil menjual 7,1 milyar kubik pasir. Kegiatan pengerukan pasir ini bertambah parah ketika pada tahun 2002 Megawati membuka keran ekspor pasir. Kebijakan ini dianulir setahun kemudian. Tetapi ekspor ilegal tetap saja terjadi ditampah lagi pemerintah daerah Riau melalui otonomi daerah masih memberi izin penjualan pasir ini dengan alasan Pendapatan Asli Daerah.”

Sumber: http://www.hinamagazine.com/index.php/2007/02/24/singapura-memperluas-wilayah/

Foto-foto terlampir yang saya ambil, bisa dijadikan data penunjang untuk tulisan saya ini.

Report by, Gideon Suandi Simbolon

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to STRATEGI SINGAPORE DALAM MEMPERLUAS DARATANNYA

  1. Ade says:

    daratan mereka makin bertambah, berarti batas garis luar pantainya bergeser juga dong, gimana jadinya kalo yang berbatasan dengan indonesia?

  2. mas ikut prihatin ane mau jadi tim sukses menindak kejahatan ini,.. tak tunggu info selanjute,.. trims,..
    oiya fb aq ketik ae gatot priyono,.. ok,..

  3. pastra says:

    wah bahaya banget ya, tapi menurut saya di naikin aja harga pasir nya jadi 20 kali lipat pasti singa pura berpikir 2 kali tuk ngimpor nya.

    • suandi_gideon says:

      Dinaikkan 50 kali lipat pun pasti kebeli sama mereka.. Uang mereka banyak, dan beberapa perusahaan ternama di indonesia mereka yg kuasai. Uang bukan masalah buat mereka asalkan mereka bisa memperluas daratannya. Info terakhir yg saya dapat, mereka sudah bisa menyatukan pulau2 kecil di sekitar singapore dan membentuknya menjadi daratan yg lebih besar..

Leave a Reply